Halo Sobat ! | Sekarang hari
Pasang Iklan | Kontak | Facebook | Event | Donasi | Sitemap


Home » » » Rio Febrian, Lagu Lawas dan Sosok Pay

Rio Febrian, Lagu Lawas dan Sosok Pay

Selasa, 18 Desember 2012

Rio Febrian mengeluarkan album barunya bertajuk The Greatest Indonesian Love Songs di Prive, FX Senayan, Jakarta, Senin (17/12) kemarin.

Rio kepada wartawan mengaku tidak bosan membawakan lagu-lagu lawas, seperti banyak terdapat di album itu.

"Cintai terus lagu dan musik Indonesia, karena tidak ada lagi yang bisa mencintai musik indonesia kecuali kita," kata Rio (32) dijeda waktu usai menyanyikan lagu Angin Malam dalam acara launching album The Greatest Love Songs Indonesian.

Angin Malam sendiri merupakan salah satu lagu yang ada di dalam album kelima milik sang juara Asia Bagus tahun 1998.

Penyanyi yang dikenal lewat lagu Bukan Untukku itu sangat mencintai tembang lawas penyanyi yang tenar sekitar tahun 1980-an hingga 1990-an, khususnya sosok karakter Broery Marantika yang sukses duet bersama Dewi Yull lewat tembang Angin Malam.

"Broery adalah penyanyi legendaris yang memiliki suara khas dan sosoknya yang flamboyan membuat beliau mendapat tempat istimewa di kalangan penggemar. Semoga saya bisa mengikuti jejak suksesnya," tegasnya.

Sebagai generasi penerus penyanyi solo Indonesia, lewat album yang berisi sepuluh lagu yang didaur ulang aransemennya. Ini menjadi salah satu jalan Rio untuk berucap terima kasih.

Sosok Pay
"Beberapa lagu yang ada di album ini merupakan lagu yang sering aku bawain dulu pada saat perlombaan nyanyi. Jadi, ini bisa dibilang suatu apresiasi untuk mereka yang dahulu menjadi penyanyi aslinya agar selalu diingat lewat sesuatu yang baru," ungkapnya.

Selain itu ada misi Rio dalam album repackage dari berbagai pencipta lagu yang hits dari tahun 80-an itu.

Rio ingin mengenalkan lagu lawas kepada generasi baru saat ini agar tahu masih banyak lagu lama tentang cinta yang masih enak didengar hingga saat ini.

"Kharisma Cinta berduet dengan Margareth menjadi salah satu cara untuk mengenalkan kepada generasi muda, karena lagu tersebut diaransemen ulang oleh sang arranged yaitu Pay dengan nuansa jazz," kata Rio.

Keterlibatan Pay dalam mendaur ulang seluruh lagu yang ada dalam album baru Rio merupakan hal istimewa baginya, pasalnya dia sangat mengagumi karya-karya Pay sejak lama.

Di bawah naungan Sony Music Indonesia yang merupakan rumah rekaman Rio sejak awal kariernya tapaki industri musik pada tahun 2001, akhirnya Rio mendapatkan kesempatan tersebut.

"Enggak tahu kenapa, dari dulu aku suka sama karyanya Pay. Dan sekarang, terbukti. Keren, Pay canggih aransemen sepuluh lagu itu, thanks Pay," paparnya.

Sementara, pemilihan teman duet yang jatuh pada Margareth juga bukan tanpa alasan. Bagi Rio, Margareth memiliki suara khas dan merupakan penyanyi dari ajang sebuah kompetisi musik.

Lagu 80-an
Rio juga bicara bahwa tidak ada kendala dalam pembuatan album barunya itu yang memakan waktu selama satu tahun.

Hanya saja Rio sedikit takut akan kesalahan yang dibuatnya tanpa sengaja bila ada intonasi yang salah dan berbeda jauh dari penyanyi aslinya.

Sepuluh lagu repackage dalam album anyar Rio Febrian The Greatest Love Songs Indonesian terdiri dari Angin Malam, Mimpi Sedih, Kharisma Cinta feat. Margareth, Layu Sebelum Berkembang, Hati Yang Terluka, Before You Go, Mawar Berduri, Bahasa Cinta, Kasihmu Kasihku, Mungkinkah.

Dan lagu-lagu itu merupakan karya musisi besar Indonesia yang hits pada tahun 80-an diantaranya A.Riyanto, Amien Ivo, Abadi Soesman, Oddie Agam, dan M.Sani.

Suara khas Rio yang kental dengan membawakan banyak lagu lawas dari Broery, tidak membuat dirinya keluar dari karakter suaranya.

Namun suara yang syahdu bersama irama musik yang hadir di album Rio Febrian The Greatest Love Songs Indonesian merupakan gebrakan dunia musik Indonesia di akhir tahun 2012 ini.

"Saya tidak takut berkompetisi dengan yang lain, sejak dari dahulu saya sudah berkompetisi menapaki jejak untuk masuk dalam dunia musik," tandasnya.

Data Rio Febrian
Empat album Rio Febrian:
-Rio Febrian (2001)
-Ku Ada Di Sini (2004)
-Rio F3BRIAN (2006)
-Aku Bertahan (2009)

Beberapa penghargaan Rio Febrian:
-Runner Up "Bahana Suara Pelajar" (1992).
-Runner Up Bintang Radio dan Televisi Tingkat Nasional (1997).
-Runner Up "Aksi Gaya Rexona" (1997).
-Winner of "Asia Bagus Grand Championship" (1999).
-Member of Linz Choir 2000 Austria, Male Vocal Assembly Elfa's Secioria (2000).
-Best Male New Artist "Anugerah Planet Musik", Singapore - Gold Award from Sony Music Indonesia for Rio Febrian album (2002).
-Best Male Pop Singer Category "Anugerah Musik Indonesia" (2005).

Sumber : Ghiboo.com

No Responses to "Rio Febrian, Lagu Lawas dan Sosok Pay"

Poskan Komentar